Pemerintah-DPR Sepakat Tambah Kuota BBM Subsidi, Pertalite Jadi 28,50 Juta Kiloliter

Laporan Wartawan, Seno Tri Sulistillono

Jakarta – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat menaikkan porsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini.

Kesepakatan ini menjadi salah satu poin penting dalam kesimpulan rapat kerja Komite VII DPR RI dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang digelar di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Arifin mengatakan, pemulihan ekonomi yang cepat setelah pandemi telah mendorong konsumsi bahan bakar.

Pemerintah mengharapkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan konsumsi bahan bakar bensin menjadi 3,4% antara 2014 dan 2021.

Kesenjangan harga juga mengubah penggunaan (jenis) BBM di masyarakat, sehingga mempengaruhi alokasi jenis BBM tertentu.

“Kemarin kita ambil contoh kenaikan Pertamax (harga),” kata Arifin, dikutip Departemen Energi. energi. Website Sumber Daya Mineral, Kamis (14 April 2022).

Dalam pertemuan itu, Arifin mengusulkan penambahan kuota solar tahun 2022 sebesar 2,29 juta KL dari yang ada saat ini 15,1 juta KL menjadi 17,39 juta KL.

Penambahan kuota tersebut memperhitungkan penyerapan konsumsi solar hingga April 2022 menjadi 4,08 juta KL.

Arifin mengatakan, “Dari Januari hingga Maret, realisasi penyaluran JBT Solar lebih dari 9,49%.”

Untuk minyak tanah, sisa kuota tahun 2022 hanya 360.000 KL dari 480.000 KL, sehingga pemerintah perlu menambah 100.000 KL menjadi 580.000 KL.

“Penambahan ini memperhitungkan pertumbuhan ekonomi 10,09% di kawasan timur Indonesia pada triwulan IV tahun 2021,” kata Arifin.

Sementara itu, total alokasi bahan bakar pertalite, bahan bakar distribusi khusus (JBKP), meningkat dari 23,05 juta KL menjadi 28,5 juta KL pada 2022.

“Penambahan KL 5,45 juta diperlukan karena JBKP Pertalite juga mengalami kelebihan kuota 14% pada periode Januari-Maret,” kata Arifin.

Arifin mengatakan, pemerintah telah menyiapkan pertalite dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun karena adanya perubahan konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite, pemerintah mengusulkan penambahan kuota.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Peruntukan Ditetapkan pada tanggal 10 Maret No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022 menetapkan pertalite sendiri sebagai bahan bakar yang dialokasikan. . , 2022.

Panitia VII DPR RI yang menerima usul dengan pertimbangan di atas menyatakan telah menyetujui usul yang diajukan Menteri ESDM.

“Komite VII DPR RI sudah sepakat dengan Menteri ESDM untuk meningkatkan proporsi bahan bakar penolong,” kata Ketua Komite VII Sugeng Suparwoto.

Pemerintah Dan Dpr Sepakat Menambah Kuota Bbm Subsidi
Sariagri pemerintah dan dewan perwakilan rakyat dpr ri telah menyepakati adanya penambahan kuota bahan bakar minyak bbm subsidi di tahun 2022 guna mengantisipasi lonjakan permintaan di tengah pemulihan ekonomi nasional kesepakatan ini merupakan salah satu poin penting pada kesimpulan rapat kerja menteri energi dan sumber daya mineral esdm arifin tasrif bersama komisi vii dpr ri di

Republika Pt Scribd Com
Di satu sisi pemerintah cemas konsumsi bbm subsidi sudah melampaui kuota sehingga menggerus subsidi konsumsi bbm subsidi pada 2010 sebesar 36 5 juta kl tapi konsumsi melebih kuota sehingga sejumlah spbu mendapat surat cinta dari pt pertamina yang berisi tentang penjatahan penjualan premium

Dpr Menteri Esdm Sepakat Nambah Kuota Bbm Solar Pertalite
Jakarta cnbc indonesia komisi vii dpr ri yang mengurusi sektor energi dan juga menteri energi dan sumber daya mineral esdm arifin tasrif sepakat untuk menambah kuota bahan bakar minyak bbm bersubsidi seperti solar dan minyak tanah serta jenis bbm khusus penugasan jbkp yakni bensin pertalite ron 90 tahun ini hal tersebut tertuang dalam salah satu poin kesimpulan rapat kerja antara

Kuota Bbm Subsidi Diprediksi Habis Oktober 2022 Bisnis
Pemerintah mengusulkan penambahan kuota bbm subsidi kepada legislator untuk mengantisipasi kondisi habisnya kuota di oktober 2022 komisi vii dpr ri menyatakan dukungan mereka dan sepakat dengan usulan pemerintah untuk menambah kuota bbm subsidi dengan rincian masing masing pertalite 5 4 juta kiloliter menjadi 28 50 juta kiloliter solar 2

Pemerintah Usulkan Tambah Kuota Pertalite Dan Solar Subsidi
Sedangkan penambahan kuota solar subsidi diusulkan sebesar 2 28 juta kiloliter menjadi 17 39 juta kiloliter pemerintah menambah kuota solar subsidi karena bbm jenis ini juga mengalami kelebihan kuota realisasi penyaluran sebanyak 9 49 persen periode januari sampai maret 2022 akibat peningkatan aktivitas pertambangan dan perkebunan

Pks Desak Pemerintah Untuk Menambah Kuota Bbm Bersubsidi
Dia melanjutkan khusus untuk perubahan kuota solar dan minyak

Menteri Esdm Dpr Sepakat Tambah Kuota Pertalite Solar Dan
Idxchannel menteri energi dan sumber daya mineral esdm arifin tasrif dan komisi vii dpr ri sepakat menambah jumlah kuota bahan bakar minyak jenis pertalite dan solar yang disediakan untuk tahun ini komisi vii dpr ri menyepakati bersama menteri esdm untuk penambahan kuota bbm subsidi dengan rincian masing masing pertalite sebanyak 5 45 juta kl menjadi 28 50 juta kl solar sebanyak 2 29

Minta Tambah Bbm Subsidi Pemerintah Surati Dpr
Kementerian esdm telah mengirimkan surat ke komisi vii dpr untuk meminta penambahan kuota bbm bersubsidi di tahun inimenjadi 39 23 juta kiloliter minta tambah bbm subsidi pemerintah surati dpr detikfinance rabu 03 nov 2010 14 55 wib 0 komentar bagikan url telah disalin

Komisi Vii Dan Menteri Esdm Sepakat Tambah Kuota Bbm
Komisi vii dpr dan kementerian energi dan sumber daya mineral esdm sepakat menambah kuota bahan bakar minyak bbm subsidi jenis pertalite ron 90 solar dan minyak tanah untuk pertalite misalnya penambahan kuotanya mencapai 5 45 juta kiloliter kl sehingga menjadi 28 50 juta kl sedangkan solar ditambah 2 29 juta kl menjadi 17 39 juta kl minyak tanah 0 10 juta kl menjadi 0 58

Antisipasi Lonjakan Esdm Dpr Tambah Kuota Bbm Subsidi
Arifin lantas mengusulkan penambahan kuota solar di tahun 2022 sebanyak 2 29 juta kiloliter kl dari sebelumnya 15 10 juta kl sehingga menjadi 17 39 juta kl kamis 14 april 2022 beranda ekonomi berita ekonomi 14 april 2022 19 09 wib antisipasi lonjakan esdm dpr tambah kuota bbm subsidi arifin lantas mengusulkan penambahan kuota

Pemerintah Dpr Sepakat Tambah Kouta Bbm Subsidi
Pemerintah dpr sepakat tambah kouta bbm subsidi pemerintah dan dewan perwakilan rakyat dpr ri telah menyepakati adanya penambahan kuota bahan bakar minyak bbm subsidi di tahun 2022 guna mengantisipasi lonjakan permintaan di tengah pemulihan ekonomi nasional kesepakatan ini merupakan salah satu poin penting pada kesimpulan rapat kerja

Ke Dpr Pemerintah Usul Kuota Pertalite Dan Solar Subsidi
Pemerintah berencana menambah kuota pertalite sebanyak 5 45 juta kiloliter menjadi 28 50 juta kiloliter jakarta antara pemerintah mengusulkan penambahan kuota bbm subsidi jenis pertalite dan solar kepada dpr sebagai strategi jangka pendek dalam menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia dan situasi politik global yang tak menentu

Pemerintah Dan Dpr Sepakat Menambah Kuota Bbm Subsidi
Berita energi pemerintah dan dpr menyepakati adanya penambahan kuota bahan bakar minyak bbm subsidi di tahun 2022 guna antisipasi lonjakan

Pemerintah Berikan Sinyal Akan Menaikkan Harga Bbm Subsidi
Bimata id jakarta kementerian energi dan sumber daya mineral esdm berencana menambah kuota bbm subsidi sebagai

Harga Bbm Lpg Listrik Naik Blt Jadi Jurus Pemerintah Lagi
Jakarta cnbc indonesia wacana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bbm jenis pertalite solar liquefied petroleum gas lpg subsidi tabung 3 kg hingga tarif listrik dinilai bakal memberatkan masyarakat oleh sebab itu pemerintah disarankan untuk menyalurkan bantuan langsung tunai blt direktur eksekutif institute for essential services reform iesr fabby tumiwa menilai

Banjarmasin Post Selasa 11 Maret 2014
Banjarmasin post selasa 11 maret 2014 by dbpg in types creative writing h5n1 e flu burung

Tidak Hanya Tambah Kuota Pemerintah Beri Sinyal Naikkan
Meskipun menambah kuota arifin turut memberi sinyal untuk penyesuaian atau kenaikan harga bbm subsidi langkah ini sebagai antisipasi atas pergerakan harga minyak dunia baca juga pemerintah

Awas Kuota Bbm Subsidi Habis Oktober 2022 Ini Langkah
Dalam rapat itu komisi vii dpr menyatakan dukungan mereka dan sepakat dengan usulan pemerintah untuk menambah kuota bbm subsidi dengan perincian masing masing pertalite 5 4 juta kiloliter menjadi 28 50 juta kiloliter solar 2 29 juta kiloliter menjadi 17 39 juta kiloliter dan minyak tanah 0 10 juta kiloliter menjadi 0 58 juta kiloliter

Pemerintah Banggar Dpr Sepakati Subsidi Bbm Rp194 2 T
Jakarta pemerintah dan badan anggaran banggar dpr hari ini menyetujui besaran subsidi bahan bakar minyak bbm dalam rapbn 2015 sekitar rp194 2 triliun atau turun rp4 6 triliun setelah sebelumnya diajukan sekitar rp198 8 triliun sementara untuk kuota bbm subsidi jumlahnya tetap di angka 46 juta kilo liter pada rapat kali ini kami telah menyetujui besaran subsidi untuk 2015 yaitu rp194 2

Pks Desak Pemerintah Tambah Kuota Bbm Bersubsidi Merahputih
Rapat kerja komisi vii dpr ri dengan menteri energi dan sumber daya mineral esdm arifin tasrif menyepakati bahwa pemerintah akan menambah kuota bbm bersubsidi

Pemerintah Usulkan Tambah Kuota Pertalite Dan Solar Subsidi
Merdeka com merdeka com menteri energi dan sumber daya mineral esdm arifin tasrif mengusulkan penambahan kuota bahan bakar minyak bbm subsidi jenis pertalite dan solar kepada dewan perwakilan rakyat dpr sebagai strategi jangka pendek dalam menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia dan situasi politik global yang tak menentu dia menjelaskan penambahan volume kuota pertalite dan

Dpr Minta Bph Migas Tambah Kuota Solar Subsidi Dua Juta
Komisi vii dpr sepakat untuk melakukan melakukan penambahan kuota solar subsidi sebanyak dua juta kiloliter menjadi 17 juta kiloliter jakarta antara komisi vii dpr ri meminta badan pengatur hilir minyak dan gas bumi bph migas menambah kuota bbm jenis solar subsidi pada 2022 sebanyak dua juta kiloliter guna memenuhi kebutuhan masyarakat

Pemerintah Usulkan Kuota Pertalite Dan Solar Subsidi Ditambah
Petugas melayani pengisian bbm jenis pertalite di spbu 74 931 04 tapak kuda kendari sulawesi tenggara selasa 12 4 2022 foto ant jakarta beritasatu com pemerintah mengusulkan penambahan kuota bbm subsidi jenis pertalite dan solar kepada dpr sebagai strategi jangka pendek dalam menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia dan situasi

Pemerintah Dpr Sepakat Tambah Kuota Bbm Subsidi Pertalite
Pemerintah dan dewan perwakilan rakyat dpr telah menyepakati adanya penambahan kuota bahan bakar minyak bbm subsidi pada tahun ini kamis 14 april 2022 21 22 wib penulis seno tri sulistiyono

Dpr Sepakati Tambahan Kuota Bbm Subsidi 2010 Ekonomi
Anggota komisi vii dpr dari fraksi golkar satya w yudha mengungkapkan pada dasarnya persetujuan tambahan kuota volume bbm bersubsidi 2010 lebih kepada ketersediaan subsidi dalam apbn p 2010 menyusul realisasi harga minyak berada di bawah target

Menteri Esdm Dpr Sepakat Tambah Kuota Pertalite Dan Solar
Jakarta inews id menteri esdm arifin tasrif dan komisi vii dpr ri sepakat untuk menambah jumlah kuota bbm subsidi yaitu pertalite dan solar tahun ini hal ini disampaikan dalam kesimpulan rapat kerja antara keduanya rabu 13 4 2022 komisi vii dpr ri menyepakati bersama menteri esdm untuk penambahan kuota bbm subsidi dengan rincian masing

Pemerintah Dan Dpr Sepakati Penambahan Kuota Bbm Subsidi
Menteri esdm arifin tasrif mengatakan penambahan kuota bbm

Bbm Bersubsidi Pemerintah Dpr Sepakat Tambah Kuota 4 04
Jero mengatakan permintaan tambahan kuota bbm subsidi sebesar 4 04 juta kiloliter disebabkan realisasi konsumsi bbm subsidi yang selalu over kuota hingga 11 per agustus 2012 realisasi konsumsi bbm subsidi mencapai 29 48 juta kiloliter atau over kuota rata rata tiap bulan mencapai 11 tuturnya

Pemerintah Usulkan Tambahan Kuota Pertalite Solar
Pemerintah mengusulkan penambahan kuota bbm subsidi jenis pertalite dan solar kepada dpr sebagai strategi jangka pendek dalam menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia dan antara news manado ekonomi bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published.